"Ini perundingan seperti apa? Seperti antara pemenang dan pecundang. Ini yang akan kita tanyakan kepada pemerintah," kata Hasanuddin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (7/9/2010).
Hasanuddin mengatakan, pertemuan tersebut berlangsung 4 jam dan lebih banyak hanya perkenalan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menilai, perundingan ini kontraproduktif dan tidak ada hal positif yang signifikan yang didapat. "Kita akan pelajari ini untuk pertemuan selanjutnya di joint border community yang akan datang," ujar Hasanuddin.
Menurut dia, ada 2 hal penting yang harus dilakukan dalam perundingan. "Pertama, kita harus mempelajari kelemahan dan kelebihan lawan, juga kelemahan dan kelebihan kita," kata Hasanuddin.
Kedua, pengkondisian. "Misalnya, Bapak Presiden berpidato saya sedang memiliki masalah dengan kedaulatan. Saya minta jenderal-jenderal untuk siap siaga selama 24 jam. Nah ini kan suatu bentuk pengkondisian. Itu teknik yang biasa digunakan untuk 2 negara," papar Hasanuddin.
(aan/nrl)










































