ASEMUS Rayakan Dasawarsa Pertukaran Asia Eropa

ASEMUS Rayakan Dasawarsa Pertukaran Asia Eropa

- detikNews
Selasa, 07 Sep 2010 11:26 WIB
ASEMUS Rayakan Dasawarsa Pertukaran Asia Eropa
Den Haag - Asia-Europe Museum Network (ASEMUS) akan merayakan ulang tahunnya yang ke-10 pada Konferensi Umum 2010 di Paris. Lebih dari 80 perwakilan museum dari Asia-Eropa akan bertemu untuk menilai hasil-hasil kerjasama satu dekade pertama dan mendiskusikan strategi bersama ke depan.

Demikian siaran pers Asia-Europe Foundation (ASEF), yayasan pendiri dan inisiator ASEMUS, yang diterima detikcom hari ini, Selasa (7/9/2010).

Pada konferensi di Paris (8-10/9/2010) itu para delegasi juga akan melakukan proyek pemetaan yang ambisius dengan memfokuskan pada penelitian dan berbagi pengetahuan tentang warisan kebudayaan, sumber daya dan keahlian, serta proyek-proyek dan kegiatan di Asia dan Eropa.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Konferensi akan dibuka oleh Ketua ASEMUS yang juga Presiden Musée du Quai Branly, Stéphane Martin dan mantan presiden Prancis Jacques Chirac akan menyampaikan pidato kuncinya.

Selain itu Duta Besar Delia Domingo-Albert (dubes Philippina di Jerman) dan mantan Sekretaris Kemlu Prancis Jacques Giès, yang kini menjabat Presiden Musée Guimet, juga akan tampil sebagai pembicara.

ASEMUS didirikan di 2000 oleh ASEF, sebuah organisasi internasional nirlaba berbasis di Singapura hasil bentukan negara-negara Asia-Europe Meeting (ASEM).

ASEMUS ini merupakan sebuah platform untuk dialog informal dan pertukaran antar-museum, yang dibaktikan untuk warisan kebudayaan di negara-negara ASEM. Dan ASEF selaku pendiri akan terus mendukung ASEM secara aktif.

"Dalam melaksanakan mandat ASEF yang melibatkan masyarakat sipil untuk mempromosikan saling pengertian antara Asia dan Eropa, kami selalu menempatkan penekanan besar pada jaringan lintas-budaya seperti ASEMUS," ujar Executive Director ASEF Duta Besar Dominique Girard.

Lanjut Girard, dukungan terus-menerus pada jaringan museum yang unik tersebut juga mencerminkan keterlibatan panjang ASEF di bidang warisan kebudayaan sebagai motor penggerak pembangunan sosial dan ekonomi.

Sebelumnya kerjasama jaringan di masa lalu antara lain pameran perjalanan "Self and Others: Portraits from Asia and Europe” (dikunjungi oleh 60.000 orang) dan “Virtual Collection of Masterpieces”, sebuah koleksi online lebih dari 1,600 benda seni dari 83 museum.

Dengan pembesaran ASEM meliputi Rusia, Australia dan Selandia Baru pada Oktober 2010, jaringan tersebut kini akan memperluas jangkauan mencapai total 46 negara di Asia dan Eropa.

(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads