Direktur Unit Penyelidik Distrik Badan Penindakan Maritim Malaysia Letnan Mohd Shah Rulashari Ahmad Omar menyatakan, mereka ditangkap dalam operasi pada Jumat (3/9/2010) pukul 11.20 waktu setempat.
Pemeriksaan awal telah dilakukan dan kelima nelayan tidak memiliki dokumen perjalanan valid. Demikian dilansir harian Malaysia, The Star, Selasa (7/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, di Johor Baru, Komandan Polisi Maritim Federal Datuk Isa Munir menyatakan, hubungan antara polisi maritim Malaysia dan Indonesia tetap kuat meskipun terjadi protes anti-Malaysia baru-baru ini.
Di Kota Kinabalu, 3 nelayan Malaysia ditahan oleh TNI AL Indonesia di perbatasan perairan Tawau seminggu lalu. Sebanyak 30 kru WNI juga ikut ditahan.
Kepala Polisi Sabah Datuk Noor Rashid Ibrahim menyatakan, pemilik kapal telah melaporkan kasus penangkapan itu pada polisi Tawau. Rashid menyatakan, pihaknya berunding dengan kolega mereka dari Indonesia untuk memecahkan masalah itu.
(nrl/mad)











































