Dalam rilisnya, Senin (6/9/2010), Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) menyampaikan, cuaca ekstrim ini disebabkan oleh tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah Barat Bengkulu.
Selain itu, daerah pumpunan angin yang memanjang dari Laut Jawa hingga Samudera Hindia sebelah Barat Bengkulu dan dari Papua Tengah hingga Laut Banda yang berpotensi mempengaruhi aktivitas pertumbuhan awan hujan di wilayah Pesisir Barat Sumatera, Sumatera bagian Selatan, Kalimantan, Jawa, Sulawesi bagian Selatan dan Barat, Maluku Tengah serta Papua.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
a. Pesisir Barat Sumatera
b. Sumatera Selatan bagian Selatan
c. Bengkulu
d. Lampung
e. Kalimantan Barat bagian Barat dan Selatan
f. Kalimantan Tengah bagian Selatan
g. Kalimantan Timur bagian Selatan
h. Kalimantan Selatan
i. Banten
j. Jawa Barat
k. DKI Jakarta
l. Jawa Tengah bagian Utara
m. Jawa Timur bagian Utara
n. NTT
o. Sulawesi Tengah bagian Selatan
p. Sulawesi Barat
q. Sulawesi Selatan
r. Maluku Tengah
s. Papua Barat
t. Papua bagian Tengah
(mad/mei)











































