Jasad keduanya ditemukan Sunnah, orangtua Sartika sekitar pukul 04.00 subuh tadi (06/9/20910), dalam perahu tongkang beratap dan berdinding kayu itu. Menurut Sunnah, sekitar pukul 21.00 malamnya, Amrul dan Sartika pergi ke tongkang penyedot pasir milik mereka itu. Lalu mereka menghidupkan mesin perahu ketek jenis diesel.
Didiuga, saat menghidupkan mesin mereka tidak membuka jendela-jendela perahu ketek tersebut saat keduanya tertidur. Asap yang keluar dari mesin berupa gas karbon dioksida memenuhi ruangan dalam perahu sehingga meracuni keduanya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dugaan sementara ini, keduanya meninggal karena keracunan gas CO2 dari mesin ketek, karena saat tidur mereka tidak membuka jendela perahunya," jelas Kasat Reskrim Polres OI, AKP Yuskar Effendi didampingi Kapolsek Pemulutan Iptu Hermansyah.
Menurut Yuskar, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dan mayatnya keduanya sudah diambil keluarga dari Puskesmas Pemulutan untuk dimakamkan
(djo/djo)











































