"Dulu saya berada di lereng Gunung Merapi di perbatasan Yogya dan Magelang. Di sana ada rumah pintar dan saya tidur menginap di sana," ujar SBY saat memberikan pengarahan di Pendopo Rumah Dinas Bupati Tanah Karo, Kecamatan Kabanjahe, Karo, Sumatera Utara, Senin (6/9/2010).
Saat itu SBY sengaja menginap untuk membuktikan bahwa presiden juga bisa bersama-sama di pengungsian dan bersama warga menghadapi situasi yang tidak mudah. Di tengah para pengungsi, SBY memetik gitar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Padahal, lanjut SBY, para pengungsi membutuhkan motivasi dan semangat. Namun yang terjadi, banyak orang malah melihat dari sudut pandang yang lain.
"Tapi kalau kita yakin, go ahead. Nggak penting mendengarkan itu, yang penting rakyat diselamatkan dan dilayani sebaik-baiknya," imbuhnya.
SBY memahami ada masalah psikologis bagi para pengungsi, tidak terkecuali warga sekitar Gunung Sinabung, Sumatera Utara. "Kadang boring dan ada yang frustasi. Itu terjadi di manapun apalagi ada yang sampai berbulan-bulan," sambungnya.
Karena itu menurutnya, ada baiknya di tempat pengungsian menghadirkan ulama, tokoh adat atau psikolog untuk bisa menghandel dengan baik. SBY yang didampingi sang istri, Ani Yudhoyono, merasa senang melihat anak-anak yang mengungsi bisa bermain dan bernyanyi ceria.
"Itu adalah cara agar tidak terjadi kebosanan dan gangguan jiwa apapun. Tapi jangan hanya anak-anak saja, orang tua juga agar bisa tenang dan sabar. Dan pada saatnya nanti bisa kembali," ucap SBY.
(vta/fay)











































