Pedagang Mie Rebus Mudik, Mahasiswa Yogya Sulit Makan Sahur

Pedagang Mie Rebus Mudik, Mahasiswa Yogya Sulit Makan Sahur

- detikNews
Senin, 06 Sep 2010 14:28 WIB
Yogyakarta - Mudiknya ribuan pedagang mie instan dan makanan lainnya membawa persoalan sendiri bagi para mahasiswa di Yogyakarta.  Para mahasiswa tersebut mengaku kesulitan mencari makanan di waktu sahur.

"Semua warung mie rebus yang biasa buka 24 jam sudah pada tutup sejak hari Minggu kemarin," ungkap M. Anharudin, mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) asal Kalimantan Barat kepada detikcom, Senin (6/9/2010).

Anharudin menambahkan, tidak hanya warung mie rebus, beberapa warung makan kampung di dekat kosnya juga tutup. Warung makan 24 jam itu merupakan andalan mahasiswa untuk mencari makanan dan minuman yang berdekatan dengan tempat kos.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau mau makan untuk buka puasa masih gampang bisa makan ke Rumah Makan Padang dan atau pecel lele Lamongan. Tapi kalau mau sahur agak repot dan jauh tempatnya. Semakin mendekati akhir puasa semakin sedikit warung makan yang buka," katanya.

Anhar dan beberapa temannya asal luar Jawa tidak pulang kampung untuk merayakan hari raya Idul Fitri. Sebab pada libur panjang semester kemarin dia sudah pulang kampung.

"Kemarin bulan Juli sudah pulang kampung. Bapak dan ibu juga sudah tahu kalau saya tidak pulang karena ongkos yang tidak sedikit. Pengin merasakan lagi lebaran di Yogya, kalau tahun kemarin pulang kampung. Sekarang tidak," kata mahasiswa semester lima itu.

Pantauan detikcom, hampir semua warung mie rebus milik pedagang asal Kuningan Jawa Barat sudah tutup. Mereka telah pulang kampung atau mudik bersama-sama pada 4 dan 5 September lalu. Para pedagang itu ikut acara mudik bersama yang digelar sebuah perusahaan mie instan. Biasanya, mereka akan kembali berdagang sekitar 2 hingga 3 minggu ke depan.

(djo/djo)


Berita Terkait