"Saya menganggap secara pribadi, apabila APBN memungkinkan dan apabila produktivitas ekonomi kita sudah kita maksimalkan. Saya kita pemindahan ibukota itu suatu pemikiran yang masuk akal, perlu kita bahas bersama," kata Prabowo, yang menekankan bahwa pendapat ini adalah opini pribadi, tidak terkait dengan jabatannya sebagai Ketum HKTI dan Ketua Dewan Pembina Gerindra.
Hal ini disampaikan dia usai bertemu dengan Menteri Pertanian Suswono di Gedung Kementerian Pertanian, Jalan Harsono RM, Ragunan, Jakarta Selatan, Senin (6/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jadi saya sikap saya pribadi, ini pemikiran yang masuk akal," ujarnya.
Ide pemindahan ini disampaikan SBY di depan peserta buka bersama dengan pengurus dan anggota Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Jumat, 3 September yang lalu. SBY mengemukakan 3 opsi untuk mengatasi kemacetan yang makin parah di Jakarta.
Ketiga opsi itu adalah mempertahankan Jakarta sebagai ibukota dengan membenahi kemacetan, memindahkan pusat pemerintahan ke luar dari Jakarta, atau membangun ibukota baru.
"Saya sudah berpikir diam-diam, meskipun tidak setiap saat berbicara di hadapan pers. Karena ini fundamental, diperlukan kesepakatan bersama baik itu pemerintah, parlemen dan semua kalangan masyarakat, mana yang kita pilih," kata SBY.
Presiden akan mengajak para menteri Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) Jilid II untuk berbicara lebih komprehensif dalam menyusun kebijakan pemindahan ibukota usai liburan Hari Raya Idul Fitri 1431 H mendatang.
Pemerintah telah menerima masukan penting yang diserahkan oleh Tim Visi 2033 pimpinan Andrinof Chaniago. Melalui kajian yang mereka hasilkan, Andrinof dan anggota tim merekomendasikan agar ibukota dipindahkan ke Kalimantan Tengah.
(aan/nrl)











































