Seperti dikutip dari AFP, Minggu (5/9/2010), peristiwa itu terjadi di barat daya Kota Quetta. Saat bom meledak, kurang lebih 450 pengikut Syiah ada dalam kerumunan tersebut.
Mereka, yang sebagian memegang senjata, langsung menembakkannya ke udara. Sedangkan yang lain terlihat tiarap, panik dan kocar-kacir.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Serangan terbaru ini muncul hanya setelah beberapa hari tiga pembom bunuh diri meledakkan bom yang dibawanya dan menewaskan 31 orang. Pihak Taliban mengklaim diri berada di balik serangan mematikan tersebut.
Amerika Serikat (AS) bereaksi dan mengutuk terjadinya insiden tersebut. "Serangan itu menargetkan warga sipil tak berdosa selama bulan suci Ramadan. Pakistan juga sedang mengalami masa sulit untuk pulih dari banjir yang mengerikan," kata Gedung Putih.
Muslim Syiah adalah minoritas di Pakistan. Jumlahnya diperkirakan hanya 1/5 dari jumlah 160 juta jiwa penduduk negara itu. Selebihnya adalah kaum Sunni.
(irw/irw)











































