"Atas laporan masyarakat baru satu orang. Lainnya pengembangan polisi dan petugas," ujar Kepala Humas Daerah Operasional I Jakarta, Mateta Rizalul Haq, di Stasiun Gambir, Jakarta, Minggu (5/9/2010).
Menurutnya memang keberadaan calo tahun ini sebenarnya relatif jauh berkurang dibanding mudik lebaran tahun-tahun sebelumnya. Para calo tersebut kini sudah tak berani lagi beroperasi di sekitar stasiun Gambir sebab ketatnya razia yang polisi gelar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara itu, dari 9 calo tiket yang ditangkap sejak H-30, PT KAI mendapatkan bandar tiket cukup besar. Kuat dugaaan si pelaku merupakan pemain lama.
"Kita dapatkan 38 tiket dari tangannya, nilainya total kira-kira Rp 9 juta," kata Mateta.
Pelaku ditangkap 2 minggu lalu di Stasiun Juanda, Jakarta, dan saat ini telah diserahkan kepada polisi untuk diproses. Sementara pelaku lainnya rata-rata membawa 2-3 tiket.
"Mereka menjualnya sampai 2 kali lipat dari harga tercantum di tiker," ceritanya.
Modus pelaku, lanjut Mateta, biasanya memperoleh tiket dengan menyewa puluhan joki. Setiap joki diberi upah Rp 10 hingga Rp 20 ribu. "Dia (pelaku) bisa sewa 20 joki dengan rata-rata satu orang beli 4 tiket," ungkapnya.
(ape/lh)











































