Pesawat Garuda itu tertabrak pada pada Kamis 2 September 2010 lalu.
“Akibat kejadian tersebut, pintu kargo pesawat Garuda mengalami kerusakan (damage) dan pesawat tidak dapat diberangkatkan,” ujar VP Corporate Communications Garuda Pujobroto dalam rilis yang diterima detikcom, Sabtu (4/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini pesawat yang tertabrak masih berada di area bandara Schipol karena memerlukan perbaikan sekitar 3 hingga 4 hari. “Untuk perbaikan diperlukan spare parts yang akan didatangkan dari pabrik Airbus,” imbuhnya.
Pujo sangat menyesalkan peristiwa ini yang terjadi di bandara internasional yang sudah maju. Dia juga melihat ada keteledoran dari pihak Bandara Schipol.
“Seharusnya hal seperti ini tidak perlu terjadi,” tegasnya.
Dengan adanya satu pesawat yang saat ini masih memerlukan perbaikan di Amsterdam, maka demi menjaga kualitas layanan penerbangan ke Amsterdam, Garuda harus menggunakan pesawat A 330-200 yang lain, yang saat ini dioperasikan ke rute penerbangan lain.
“Rute penerbangan yang terpaksa diganti pesawatnya antara lain penerbangan Garuda ke Sydney dan Melbourne yang harus diganti pesawatnya dari A330-200 menjadi B 747-400,” jelasnya.
(did/nwk)











































