Rita, sebut saja begitu, pernah mencoba menelusuri bagaimana para penipu itu beraksi. Rita berhasil 'memaksa' penipu itu untuk chatting, menggunakan webcam, Rosy mengetahui ternyata mereka adalah orang kulit putih atau bule.
"Saya rasa, mereka adalah mafia, gabungan kulit putih dan hitam. Saya mengeceknya dua minggu lalu dengan saya minta, orang yang menelepon saya menggunakan camera ketika
chatting. Namun alasannya sedang di kantor, dan berjanji besok akan gunakan camera," kata Rita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
profilenya. Ternyata benar," tulis Rita kepada detikcom, Sabtu (4/9/2010).
Rosy pun kembali mengetes dengan meminta orang tersebut untuk menggunakan microphone. Namun dia menolaknya, alasannya, microphone tertinggal di kantor. "Jadi kesimpulan
saya, saat ini mereka bule dan kulit hitam kerjasama untuk menipu," kata Rita.
Menurut Rita, para penipu ini sangat pintar menyembunyikan keberadaanya. Salah satunya dengan menggunakan telepon Voice over Internet Protocol (Voip). Buktinya, beberapa kali, saat penipu tersebut meneleponnya, yang muncul adalah panggilan dari nomor-nomor GSM lokal dengan kode area Indonesia.
"Saya test telepon balik, no itu tidak bisa, di luar service area. Mereka menggunakan telepon itu agar seolah-olah mereka benar-benar berada di Indonesia," kata Rita.
Dugaan ini diyakinkan dengan pengakuan seorang penipu asal Nigeria. Rita tidak menceritakan bagaimana bisa bertemu atau berkomunikasi dengan penipu itu. "Seorang penipu asal Nigeria yang beraksi dari Malaysia menceritakan kepada saya bagaimana cara kerjanya," kata Rita.
(ken/ndr)











































