Pantauan detikcom, Kamis (2/9/2010), jalan yang dibangun Herman Willem Daendels saat menjabat Gubernur Jenderal Hindia-Belanda ini tidak begitu lebar.
Lebar jalan hanya bisa menampung dua kendaraan yang melintas untuk arah berlawanan. Jalur Cadas Pangeran juga bergelombang, akibatnya kendaraan terpaksa zig zag menghindar lubang jalan atau mengurangi kecepatan kendaraannya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengendara motor ada baiknya menyalakan lampu besar saat melintasi jalur tersebut. Karena di jalur tersebut terbilang rimbun. Lampu besar diperuntukan agar pengemudi mobil-motor dari arah berlawanan dapat awas saat melihat cahaya lampu motor, terlebih di setiap tikungan.
Selain itu, karena merupakan kawasan tebing berbatu, jalur tersebut minim traffic sign sebagai pemberitahuan hambatan yang mungkin terjadi di Cadas Pangeran, misalnya potensi jatuhnya material batuan dari bukit.
(ahy/rdf)











































