Pantauan detikcom di siang hari, Kamis (2/9/2010), kondisi jalur Lingkar Nagreg sudah hampir rampung. Namun proyek pembenahan jalan terus dan diupayakan selesai sebelum lebaran tiba.
Ketika pengendara memasuki gerbang Lingkar Nagreg, pengemudi harus antre satu per satu untuk masuk jalur tersebut karena gerbang hanya cukup untuk satu mobil saja.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemudik diimbau tetap waspada terhadap longsoran material batu yang datang dari atas bukit sisa proses pembelahan bukit tebing.
Ketika detikcom melintas jalur yang banyak diapit tebing batu, cukup terkejut juga ketika bongkahan kecil batu seukuran kepalan tangan orang dewasa menggelinding. Beruntung batu tersebut tidak mengenai kendaraan yang tengah melintas.
Minimnya tanda pemberitahuan longsoran batu terbilang minim, tidak semua titik yang diapit tebing batu diberikan tanda tersebut.
Di malam hari, terasa begitu gelap tanpa penerangan. Petugas hanya memberikan lampu pantul di pinggiran tembok pembatas jalur dengan jurang.
Kendaraan dari arah Purwokerto, Tasikmalaya, dapat melalui jalur baru tersebut. Sebelum bertemu pertigaan yang mengarah ke Garut.
Namun, kendaraan yang melintas hanya dikhususkan untuk kendaraan kecil dengan kategori sedan atau minibus. "Kendaraan bus tetap lewat tanjakan," kata anggota Polsek Nagreg Bripka Asep Cahyadi kepada detikcom.
(ahy/rdf)











































