"Jumlah pemilih PD dan SBY-Boediono, menurut hasil survey itu naik 5% dari perolehan pada Pemilu dan Pilpres 2009," ujar Sekretaris Dewan Pembina PD, Andi Mallarangeng, kepada detikcom, Jumat (3/9/2010).
Mallarangeng lantas menyebut jawaban dari salah satu pertanyaan survey mengenai siapakah yang akan rakyat pilih bila saat ini digelar Pilpres. Jawaban menunjukan bahwa 66% responden survey menjawab akan memilih SBY-Boediono, padahal pasangan itu pada Pilpres 2009 meraup dukungan 61% suara.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kan survey itu menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap PD dan pemerintah SBY, justu bertambah. Artinya bila saat ini digelar pemilu dan pilpres, maka jumlah pemilih kami mengalami penambahan lebih dari 5%. Bukan begitu?" papar Mallarangeng.
Menyinggung kesimpulan hasil survey yang menyebut bahwa popularitas SBY-Boediono menurun dari 85% ke 65%, menurutnya masih perlu dipertanyakan lebih lanjut. Menurutnya tingkat kepuasan masyarakat pada masa awal pemerintahan SBY-Boediono yang dijadikan pembanding oleh dua lembaga suvey itu tidak relevan.
Pada masa awal pemerintahan, tingkat kepuasan dan kepercayaan pastilah tinggi sebab masih terbawa euforio hasil Pilpres 2009. Sedangkan survey digelar hampir setahun setelah pemerintahan berjalan dan itu sudah memasuki masa-masa normal disamping banyaknya isu negatif yang ditujukan kepada pemerintah selama itu.
"Pembanding yang tepat adalah hasil pemilu dan pilpres, sebab itu ukuran yang pasti tentang jumlah pemilih. Sementara hasil survey ini menyebutkan jumlah warga yang memilih PD dan SBY-Boediono justru bertambah. Artinya kan kepercayaan publik meningkat," tegas Mallarangeng.
(lh/Ari)










































