Andi Arief: Penurunan Popularitas SBY Hal yang Wajar

Survei LSI

Andi Arief: Penurunan Popularitas SBY Hal yang Wajar

- detikNews
Jumat, 03 Sep 2010 19:52 WIB
Jakarta - Hasil survey Lembaga Survei Indonesia (LSI) bahwa popularitas SBY turun dari tahun sebelumnya hal yang wajar. Hal itu akan menjadi pelecut bagi pemerintah untuk lebih bekerja keras.

Demikian dikatakan Staf Khusus Presiden Bidang Bantuan Sosial dan Bencana, Andi Arief, Jumat (3/9/2010).

"Saya optimis, kinerja pemerintah di tahun kedua akan lebih positif sehingga popularitas Presiden akan meningkat kembali," kata Andi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Andi menambahkan, pengalaman naik turunnya popularitas Presiden telah dialami sejak jaman pemerintahan SBY jilid pertama (2004-1009). Penurunan popularitas sempat terjadi tatkala pemerintah mengumumkan kenaikan harga BBM.

Namun, sambung Andi, popularitas yang sempat anjlok itu dapat diperbaiki. Bahkan popularitas SBY meningkat jauh lebih tinggi, ketika pemerintah berhasil mengimplementasikan kebijakan-kebijakan populis seperti Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Operasional Sekolah (BOS), dan KUR (Kredit Usaha Rakyat).

Diakui Andi, hasil survei merupakan cermin dinamika publik yang substansinya harus ditangkap para pengambil kebijakan. Hasil survei LSI pada Agustus 2010, kata Andi, menunjukkan harapan yang tinggi dari publik agar Kabinet SBY-Boediono dapat langsung 'tancap gas' di tahun pertama pemerintahannya.

"Tapi berbagai persoalan politik seperti reperkusi kasus Century telah mengurangi energi Kabinet untuk fokus pada pelaksanaan program-program pro-rakyat," tutur Andi.

Karena itu, Andi berharap di tahun kedua pemerintahan, anggota-anggota Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) II dapat memberikan konsentrasi yang penuh dalam mensukseskan pelaksanaan program-program kerakyatan, serta lebih peka pada rasa keadilan masyarakat.

"Rakyat sekarang menunggu, apakah program-program pemerintah yang mereka rasakan pada periode 2004-2009 itu dapat dilakukan sama baiknya atau lebih baik oleh kabinet saat ini," tandas Andi.

(djo/djo)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads