Pernyataan ini disampaikan anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Nasril Bahar, usai melakukan peninjauan ke sejumlah lokasi pengungsian di Kabanjahe dan Brastagi, Kabupaten Karo. Peninjauan tersebut dilakukan bersama dengan rombongan Ketua DPR Marzuki Alie, Jumat (3/9/2010).
"Kita melihat masalah ego kelembagaan cukup besar. Yang satu merasa lebih memahami tentang tata cara penanganan bencana, yang satu merasa paling paham apa kebutuhan masyarakatnya, yang satu merasa tidak mendapat tempat ekspresi sebagai harusnya. Akhirnya, mis-koordinasi. Warga yang jadi korban," kata Nasril Bahar di Kabanjahe.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Nasril menyatakan, dari situasi yang terpantau, kebutuhan paling besar masyarakat adalah rasa aman dan kepastian kapan bencana akan berakhir.
"Mereka ingin mendapat kepastian, kapan bencana akan berakhir? Jadi mereka bisa membuat pertimbangan-pertimbangan. Bukan sekedar menunggu di pengungsian. Tetapi memang permintaan ini sulit, sebab para ahli vulkanologi juga belum bisa memastikan, hanya berupa dugaan," kata Nasril.
(djo/djo)











































