"Kami mengusulkan agar BURT dibubarkan karena kurang berfungsi. DPR punya fungsi anggaran, pengawasan dan legislasi. Nah BURT ini menjalankan fungsi apa?" gugat Ketua FPKS, Mustafa Kamal, dalam Dialektika Demokrasi bertajuk "Gedung Baru DPR untuk Siapa?" di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (4/9/2010).
Mustafa mencontohkan, sejumlah hasil kerja BURT DPR yang akhirnya menuai reaksi keras masyarakat. Mulai dari pengadaan mesin cuci untuk rumah dinas, laptop, renovasi ruangan, cincin, televisi LCD hingga rencana membangun gedung kantor baru.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita kerja di DPR kok mengurus renovasi ruangan, kolam renang, sampai spa. Anggota DPR tidak perlu mengurus persoalan teknis seperti itu, itu pekerjaan yang harus ditangani Setjen," terang Mustafa.
Akibat semua ide kontroversial BURT, citra DPR sedikit banyak tercoreng. Apalagi, sering kali terjadi miss komunikasi antara BURT dengan anggota dan pimpinan DPR, gara-gara rencana kontrovesrsial yang BURT ajukan.
Mustafa berharap fraksi yang lain mendukung wacana pembubaran BURT. "Anggota DPR itu tidak bekerja untuk memikirkan fasilitas untuk dirinya sendiri. Kalau untuk anggota DPR mendatang boleh lah," tutupnya.
(van/lh)











































