Ibu Zhaendy, Emma Juni Hardanny mengatakan, sejauh ini, Zhaendy masih diberi ASI. Sebagai pelengkap, ia diberi nasi, buah, dan asupan pendamping lainnya. 'Bobot' makanan itu tak terlalu berlebih.
"Makannya normal. Tidak banyak banget gitu, nggak beda dengan balita lain," kata Emma ketika ditemui di rumahnya, Asrama Polisi Kalisari, Blok VIII No. 18 Barusari, Semarang, Jumat (3/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perempuan yang bekerja di klinik kecantikan ini memastikan kondisi Zhaendy bukan faktor gen. Sejauh ini, dari pihak keluarga, tak ada yang bertubuh tambun. Malah, Emma dan suaminya yang berprofesi sebagai polisi itu cenderung 'ceking'.
Keluarga tak khawatir terhadap pertumbuhan Zhaendy. Anak pertama mereka, Muzhakki Ariawan Putra (5,5) juga 'gembrot' saat balita. Pada usia setahun, berat badan Zhakki mencapai 25 Kg. Zhaendy dinilai 'mewarisi' kondisi itu.
"Jadi ya biasa saja. Kakaknya dulu juga begitu. Yang penting kan anaknya sehat," tutur perempuan berambut lurus ini.
Zhanedy lahir melalui operasi cesar 9 September 2009 lalu. Menjelang ultahnya yang ke-1, berat badannya mencapai 22 Kg, jauh di atas rata-rata anak seusianya yang hanya 7.5-10 Kg.
(djo/djo)











































