"Saya tidak mau membedakan orang. Semua berhak diberikan remisi. Siapa saja kita belum tahu," kata Patrialis usai rapat soal anggaran dengan Komisi III DPR, di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan Jakarta, Jumat (3/8/2010).
Patrialis mengaku belum tahu siapa saja yang akan diberikan remisi. Menurut dia, Dirjen Lembaga Permasyarakatan belum memberikan data kepadanya.
"Namanya tidak tahu sampai hari ini (siapa-siapa). Yang penting, kebijakannya adalah memberikan remisi berdasarkan sistem aturan, tidak melanggar aturan. Dan jumlahnya belum tahu, masih dihitung. Lebaran tinggal tujuh hari lagi kan masih lama. Tahunya nanti waktu lebaran," papar dia.
Patrialis mengaku siap dikritik oleh publik menyusul pemberian remisi untuk koruptor ini. "Tidak ada masalah, mau jadi soroton, (tetap) legowo, kukuh dan tetap berikan (remisi). Nggak akan mundur setapak pun karena saya bertanggung jawab dunia akhirat kalau mengurangi hak orang, yang penting apa yang dilakukan sesuai sistem," ujar politisi PAN ini.
Patrialis memastikan keputusan yang diambil tidak akan menyederai rasa keadilan masyarakat. "Itu tidak benar (tidak cerminkan keadilan), itu kan hanya omong satu dua orang saja yang berfikir atas dasar kebencian atau dendam tidak ada rasa kemanusiaan," kata dia.
Ketika ditanya apakah tahanan teroris juga mendapat remisi, Patrialis menjawab akan dibicarakan dengan Tim Pengamat Pemasyarakatan dahulu.
(lia/aan)











































