"Seharusnya PDIP tidak membela kader yang terlibat korupsi. Nama partai lebih penting daripada kader yang jadi tersangka," kata peneliti hukum ICW, Febri Diansyah di Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Direncanakan sejumlah politisi PDIP yaitu Trimedya Panjaitan, Tjahjo Kumolo, dan Gayus Lumbuun akan mengunjungi KPK sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka bermaksud menanyakan proses penetapan Panda Nababan dan politisi PDIP lainnya menjadi tersangka.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wong cilik, lanjut Febri, pastinya mendukung upaya pemberantasan korupsi. "Soal patut atau tidak penetapan tersangka itu bisa diuji di pengadilan," imbuhnya.
PDIP, juga jangan sampai dinilai publik melakukan intervensi proses hukum. Seharusnya PDIP mendorong KPK agar mengungkap pemberi dana suap, bukan justru melindungi kader yang terlibat korupsi.
"Indonesia butuh oposisi yang antikorupsi, sehingga menjadi pengawas yang kuat bagi pemerintah," tutupnya.
(ndr/fay)










































