E Sembiring, warga Desa Deram, Kecamatan Naman Teran, Kabupaten Karo, menyatakan situasi di desanya cukup mencekam Jumat pagi ketika mereka mengungsi dengan kendaraan. Selain debu bercampur belerang, kerikil-kerikil kecil dari muntahan gunung juga sampai di kampung mereka.
Sebelum letusan terjadi, kata Sembiring, mereka mendengar suara gemuruh sekitar enam menit. Suara gemuruh itulah yang merisaukan mereka dan menguatkan keinginan untuk segera menyelamatkan diri.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
โPadahal baru satu malam kami pulang dari pengungsian. Ini terpaksa balik lagi mengungsi,โ kata Sembiring yang mengungsi bersama keluarganya di Jambur Taras, Kecamatan Berastagi.
(rul/lrn)










































