TKI tersebut ditangkap saat sedang diwawancarai untuk bekerja di Ampang. Saat diwawancarai seorang pengusaha, WNI yang tidak disebutkan namanya itu berpura-pura sedang kesusahan. Dia mengaku disiksa dan digaji rendah oleh majikan sebelumnya.
Pengusaha tersebut bersimpati mendengar cerita TKI itu. Namun dia merasa pernah melihat wanita itu sebelumnya. Sampai akhirnya pengusaha itu ingat bahwa foto TKI itu telah dimuat di beberapa koran lokal karena diburu polisi atas kematian seorang bayi laki-laki berumur 15 bulan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Polisi pun tiba di kediaman pengusaha itu dan menangkap TKI asal Majalengka, Jawa Barat tersebut. Dia kemudian diserahkan ke kantor polisi distrik Serdang yang tengah menyelidiki kematian bayi yang diduga dibunuh PRT tersebut.
TKI tersebut diduga melakukan penganiayaan terhadap anak majikannya yang baru berumur 15 bulan. Hasil otopsi menunjukkan adanya bekas-bekas cekikan di leher bayi malang tersebut. Bayi tersebut juga mengalami pendarahan otak dalam dan memar-memar yang diyakini sebagai akibat tendangan atau diinjak. Bayi tersebut juga mengalami infeksi paru.
(ita/nrl)










































