Demikian jawaban Wamenlu Triyono Wibowo ditanya target pertemuan 6 September di Kinabalu, Malaysia. Triyono dicegat wartawan di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (2/9/2010).
"Jangan terlalu berharap. Itu baru pertemuan pertama, jadi mesti ada rangkaian panjang lagi," kata Triyono.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Seperti berapa kali pertemuan, di mana, kapan dan bagaimana. Itu akan dibahas di Kinabalu itu," kata Wamenlu.
Lebih lanjut dijelaskan, pertemuan di Kinabalu digelar bukan semata karena insiden Tanjung Berakit dua pekan lalu. Melainkan percepatan pelaksanaan kesepakatan Presiden SBY dan PM Najib pada Mei lalu.
Bahwa akan ada pertemuan rutin tingkat menteri untuk membahas seluruh masalah bilateral termasuk soal perbatasan. Meski prosesnya untuk Tanjung Berakit memakan waktu sebab amat terkait dengan putusan mahkamah internasional.
"Masih ada persoalan yang lain, di sebelah timur Kalimantan itu ngak menunggu Singapura. Segmen akan dibahas ada banyak, dengan insiden yang kemarin kita ada kebutuhan untuk mempercepat prosesnya," papar Wamenlu.
Menyinggung tanggapan resmi Malaysia atas nota protes dan surat yang Presiden SBY kirim akhir pekan lalu, dia akui belum ada. Tapi praktik diplomatik tidak mengharuskan balasannya berupa surat pula.
"Tetapi ada pertemuan yang untuk menjelaskan. Tidak menyerupai surat menyurat," jelas Wamenlu.
(lh/mok)











































