Wamenlu: Jangan Berharap Banyak dari Pertemuan Kinabalu

Wamenlu: Jangan Berharap Banyak dari Pertemuan Kinabalu

- detikNews
Jumat, 03 Sep 2010 03:18 WIB
Jakarta - Penetapan garis perbatasan adalah agenda utama pertemuan antara Menlu RI dengan Menlu Malaysia, Senin pekan depan. Tetapi jangan berharap masalah akan langsung tuntas dari perundingan pertama pasca memanasnya hubungan dua negara.

Demikian jawaban Wamenlu Triyono Wibowo ditanya target pertemuan 6 September di Kinabalu, Malaysia. Triyono dicegat wartawan di Kantor Presiden, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Kamis (2/9/2010).

"Jangan terlalu berharap. Itu baru pertemuan pertama, jadi mesti ada rangkaian panjang lagi," kata Triyono.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Target pertemuan Kinabalu adalah memetakan semua isu bilateral yang krusial. Semangatnya adalah menuju ke arah penyelesaian yang lebih cepat, tuntas dan tegas.

"Seperti berapa kali pertemuan, di mana, kapan dan bagaimana. Itu akan dibahas di Kinabalu itu," kata Wamenlu.

Lebih lanjut dijelaskan, pertemuan di Kinabalu digelar bukan semata karena insiden Tanjung Berakit dua pekan lalu. Melainkan percepatan pelaksanaan kesepakatan Presiden SBY dan PM Najib pada Mei lalu.

Bahwa akan ada pertemuan rutin tingkat menteri untuk membahas seluruh masalah bilateral termasuk soal perbatasan. Meski prosesnya untuk Tanjung Berakit memakan waktu sebab amat terkait dengan putusan mahkamah internasional.

"Masih ada persoalan yang lain, di sebelah timur Kalimantan itu ngak menunggu Singapura. Segmen akan dibahas ada banyak, dengan insiden yang kemarin kita ada kebutuhan untuk mempercepat prosesnya," papar Wamenlu.

Menyinggung tanggapan resmi Malaysia atas nota protes dan surat yang Presiden SBY kirim akhir pekan lalu, dia akui belum ada. Tapi praktik diplomatik tidak mengharuskan balasannya berupa surat pula.

"Tetapi ada pertemuan yang untuk menjelaskan. Tidak menyerupai surat menyurat," jelas Wamenlu.

(lh/mok)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads