Demikian kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Sosial, Sardan Marbun. Pernyataannya ini menanggapi pandangan sejumlah pihak yang menyebut pidato Presiden SBY tak menunjukkan ketegasan terhadap pemerintah Malaysia.
"Di dalam konteks kepentingan nasional kita yang lebih luas, apa yang Pak Presiden sampaikan sudah sangat tegas dan jelas. Kita mau Malaysia secepatnya menyelesaikan masalah secara damai dan produktif," ujar Sardan melalui telepon, Kamis (2/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Seperti hubungan kerjasama ekonomi, budaya, pariwisata dan masih banyak lagi baik di tingkat bilateral, regional dan internasional. Sangat disayangkan apabila kerjasama yang sudah terjalin sedemikian baik tersebut menjadi rusak oleh keputusan yang bersifat terburu-buru dan tidak tepat sasaran.
"Sungguh sangat rugi bila itu semuanya runyam. Ini zamannya perundingan, bukan perang," imbuh Sardan.
Meski berseberangan pendapat, Sardan menyatakan dirinya sangat menghormati pihak-pihak yang mewacanakan perang dan pemutusan diplomatik dengan Malaysia. Sebab di sisi lain, sikap emosional tersebut merupakan cermin tingginya rasa nasionalisme dan semangat bela bangsa.
"Saya pikir sikap itu lebih karena tidak memahami persoalan yang ada secara menyeluruh. Tapi nasionalisme dan patriotisme beliau-beliau, sangat patut dihargai," sambung Sardan.
(lh/gah)











































