"Sopirnya, kami melakukan tes urine," tegas Kepala Dinas Perhubungan DKI Udar Pristono kepada wartawan.
Hal itu diungkapkan Udar usai menghadiri Upacara Gelar Pasukan Operasi Ketupat di Mapolda Metro Jaya, Jalan Gatot Subroto, Kamis (2/9/2010).
Tes urine akan dilakukan sebelum sopir tersebut berangkat mengangkut penumpang. Tes urine dilakukan di terminal bus utama dan tambahan.
Selain sopir, bus pengangkut pemudik juga akan menjalani tes kelayakan atau uji petik. Uji petik dilakukan terminal-terminal utama maupun bantuan.
"Uji petik ini adalah untuk pemeriksaan kelayakan bus dan sopirnya," katanya.
Untuk bus yang tidak memenuhi kelayakan tersebut, tidak akan diberangkatkan. Pihaknya tetap akan melarang keberangkatan para supir dan bus yang dinyatakan tidak layak jalan, kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga keselamatan jalan.
(mei/mad)











































