Truk Kontainer Dilarang Beroperasi Mulai H-4 sampai H+1 Lebaran

Truk Kontainer Dilarang Beroperasi Mulai H-4 sampai H+1 Lebaran

- detikNews
Kamis, 02 Sep 2010 14:04 WIB
Jakarta - Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melarang truk-truk muatan barang seperti kontainer dan peti kemas beroperasi mulai H-4 hingga H+1 lebaran atau 6-11 September. Hal ini dilakukan untuk mencegah kemacetan.

"Untuk truk dan peti kemas, pada H-4 sampai H+1 tidak boleh beroperasi karena akan menimbulkan kemacetan," kata Kadishub DKI Udar Pristono kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya usai menghadiri Gelar Pasukan, Kamis (2/9/2010).

Namun ada pengecualian bagi truk yang mengangkut kebutuhan bahan pokok. "Kecuali dia mengangkut bahan bakar untuk kepentingan bahan pokok makanan. Namun, untuk truk pengangkut di luar dari itu tidak diperkenankan lewat termasuk truk ekspor," katanya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara Dishub sendiri memperkirakan pemudik di Jakarta mencapai 2,2 juta orang. Sehingga, untuk mengantisipasi kepadatan yang terjadi maka melalui surat keputusan Ditjen Hubungan Darat meminta untuk seluruh jalur di pulau Jawa untuk tidak dilewati oleh truk kecuali pengangkut kebutuhan pokok.

"Sehingga, tidak akan ada kendala kekurangan bahan-bahan pokok. Kebijakan tersebut adalah antisipasi padatnya jalur, yang akan digunakan oleh pemudik," ujarnya.

Namun, jika truk-truk kontainer tersebut memaksa untuk jalan maka harus ada ijin tertulis dari Dinas Perhubungan seluruh wilayah yang akan dilewatinya. "Namun, itu akan sangat sulit mengingat kepadatan yang akan terjadi," jelasnya.

Dia menambahkan, pihaknya telah mempersiapkan sarana dan prasarana untuk mudik. Jalur-jalur yang akan dilalui sudah dibenahi dan diharapkan bisa membantuk kelancaran pemudik.

Untuk moda transportasi darat yang disiapkan, pemprov DKI Jakarta menyiapkan sekitar 6.114 bus yang terdiri dari bus reguler atau AKAP sebanyak 5.592 unit, bus pariwisata sebanyak 242 unit, bis bantuan sebanyak 280 unit.

"Bus-bus ini sudah ditempatkan diseluruh terminal keberangkatan," ujarnya.

Sementara itu, Dishub juga telah mempersiapkan 4 terminal utama dan 12 terminal bantuan. Terminal utama terdiri dari Kalideres, Pulogadung, Kampung Rambutan dan Lebak Bulus, sedangkan terminal bantuan seperti di Terminal Rawamangun, Grogol, Pinang Ranti, Rawa Buaya dan Tanjung Priok.

Selain empat terminal utama, pihaknya juga 13 terminal tambahan atau pembantu yaitu, Rawamangun, Grogol, Pinangranti, Tanjung Priok, Muara Angke, Rawa Buaya, Safari Dharma Raya, Tandean, Damri Kemayoran, Tanah Merdeka, Pasar Minggu dan Pelabuhan Tanjung Priok.

Dishub juga telah mempersiapkan lokasi parkir untuk pemberangkatan mudik bareng di antaranya Parkir Timur Senayan, TMII, Kemayoran, Lapangan Direktorat Lalulintas Polda Metro. "Mudik bareng ini cukup efektif untuk mengurangi beban terminal," tutup Udar.

(mei/mad)


Berita Terkait