Demikian disampaikan Kapolda Sulawesi Selatan dan Barat (Sulselbar), Ir Johny Waenal Usman, saat ditemui di sela-sela acara gelar pasukan Operasi Ketupat di Lapangan Karebosi, Makassar, Kamis (2/9/2010).
"Kita masih melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi untuk mengetahui ada unsur kesengajaan atau sekadar kelalaian," kata Johny.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Korban-korbannya masih diopname, kalau sudah sadar mereka akan kita mintai keterangan," ungkap Johny.
Sebelumnya diberitakan, pesta jelang pernikahan 'Naik Uang Mahar' sekaligus buka puasa bersama di rumah Juherni, warga Desa Pattappa, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulsel, Selasa (31/8/2010), berujung petaka. Sejumlah hadirin tiba-tiba mengeluh pusing, mual, dan kemudian muntah-muntah usai berbuka puasa.
Buntutnya sebanyak 8 orang, termasuk Juherni dan anaknya Masni, meninggal dunia. Polisi menduga, para korban mengalami hal itu akibat memakan kue dadar yang telah terpapar racun.
(djo/djo)











































