Inspektur Pengawasan Umum (Irwasum) Polri Komjen Nanan Soekarna mengatakan, beberapa karakteristik kerawanan daerah dan intensitas kegiatan masyarakatnya dalam pelaksanaan Operasi Ketupat ini ditetapkan kriteria daerah operasi dengan tingkatan prioritas.
"Prioritas I yaitu Polda Lampung, Polda Banten, Polda Metro Jaya, Polda Jabar, Polda Jateng, Polda DIY, Polda Jatim dan Polda Bali," kata Nanan.
Hal itu diungkapkan Nanan dalam amanatnya saat memimpin Upacara Gelar Pasukan Operasi Ketupat di lapangan Direktorat Lalulintas Polda Metro Jaya, Kamis (1/9/2010).
Sementara itu, Nanan menyampaikan, Polda Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan dan Kalimantan Timur menjadi prioritas kedua.
Polda lainnya seperti Aceh, Kepulauan Riau (Kepri), Jambi, Bengkulu, Bangka Belitung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Maluku dan Papua menjadi Polda imbangan.
Dengan adanya prioritas tersebut, Nanan berharap efektivitas pelaksanaan operasi akan dicapai dengan baik. Sehingga target-target yang telah ditetapkan terwujud.
"Terwujudnya rasa aman dan nyaman masyarakat dalam melaksanakan kegiatan beribadah, mudik maupun berwisata serta keamanan wilayah pemukiman yang ditinggal mudik penghuninya," jelas Nanan.
Selain itu, Polri berharap keamanan, kelancaran dan keselamatan lalu lintas baik moda angkutan darat, laut maupun angkutan udara dalam pelaksanaan mudik maupun balik dapat terwujud.
Terjaminnya keamanan dan kelancaran distribusi bahan pokok, BBM dan listrik sehingga tidak menimbulkan kekhawatiran masyarakat terhadap ketersediaannya.
Dalam menegakkan hukum terhadap masyarakat selama mudik, Nanan mengimbau anggotanya untuk bertindak secara tegas namun humanis terhadap pelanggar hukum. "Lakukan deteksi dini dengan mengoptimalkan peran dan fungsi intelijen dan Babinkamtibmas untuk mengetahui dinamika dan fenomena yang berkembang di masyarakat sehingga dapat diantisipasi sedini mungkin," jelasnya.
(mei/mad)











































