1 September kemarin, Jhon seharusnya sudah berada di Indonesia untuk bertemu Lisa. Namun seperti perempuan-perempuan lainnya yang terkena tipuan, Jhon tersangkut di Imigrasi Malaysia karena kedapatan membawa uang US$ 1 juta.
"Uang beserta barang lainnya, Jhon ditahan oleh pihak bandara Malaysia sampai Jhon
membayar 3.000 RM untuk membuat sertifikat antiteroris lalu Jhon dibebaskan beserta uang sebesar US$ 1 juta," tulis Lisa dalam email kepada detikcom, Kamis (2/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Karena Lisa belum juga mengirim uang, Jhon terus menerus telepon ke Lisa. Kepada Lisa, Jhon mengaku masih ditahan di Bandara Malaysia. "Menurutnya sampai detik ini dia masih ditahan di KLIA," tulis Lisa.
Pengalaman hampir tertipu juga baru saja dialami oleh Carrie, perempuan berusia 27 tahun. Kisah Carrie juga mirip dengan wanita-wanita lain yang kena rayuan gombal para penipu yang konon berasal dari jaringan Nigerian Sweetheart Scam itu.
"Selama 2 minggu itu, dia menjanjikan banyak hal pada saya termasuk mau mengirimkan uang. Tapi bukannya pakai jasa pengiriman uang, dia malah pakai Global Link Security pengiriman
paket," cerita Carry.
Beruntung saat 'bule' itu sedang melancarkan aksinya untuk meyakinkan, Carrie membuka berita-berita tentang Nigerian Sweetheart Scam. Carrie yang tersadar langsung mengirim email dan SMS ke orang yang mengaku bernama Dave Roland itu.
"Kemudian saya email dan SMS Dave Roland itu (dave.roland40@yahoo.uk) saya maki-maki. Lalu dia menelepon saya dan logatnya benar-benar bukan American, apalagi British," tulis Carrie.
Dengan pengalaman itu, Carrie berharap semua orang berhati-hati dengan pergaulan di internet. "Jadi, hati-hati deh semuanya. Nggak usah percaya sebelum ada bukti, sebelum orang itu ketemu Anda. Jangan percaya siapa pun di internet," pesannya.
(ken/nrl)











































