Dalam aksi penyanderaannya, Lee membawa sebuah pistol dan mengaku membawa beberapa bom yang dipasang ke tubuhnya.
"Saya punya senjata dan saya punya bom. Saya punya beberapa bom yang dipasangkan ke tubuh saya yang siap meledak," ujar Lee seperti diberitakan NBC dan dilansir News.com.au, Kamis (2/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketika Lee terlihat mengarahkan pistolnya ke seorang sandera, polisi pun melepaskan tembakan yang langsung menewaskan Lee. Drama penyanderaan itu pun berakhir setelah hampir empat jam. Semua sandera selamat.
Pasca tewasnya Lee, gedung yang menampung sekitar 1.900 pekerja itu dikosongkan. Polisi masih menyelidiki dua kotak dan dua ransel milik Lee yang diduga berisi bahan peledak. Lokasi sekitar masih diblokir polisi.
(ita/nrl)










































