Redakan Ketegangan Buol, Polisi Harus Jelaskan Kematian Kashmir

Redakan Ketegangan Buol, Polisi Harus Jelaskan Kematian Kashmir

- detikNews
Kamis, 02 Sep 2010 09:23 WIB
Redakan Ketegangan Buol, Polisi Harus Jelaskan Kematian Kashmir
Jakarta - Kerusuhan di Buol, Sulawesi Tengah, dipicu karena tewasnya seorang tahanan bernama Kashmir (19) di Polsek Biau. Agar situasi lebih tenang, Komnas HAM mendesak agar polisi menjelaskan kematian Kashmir kepada publik.

"Komnas HAM mendapatkan laporan dari perwakilan kami soal kronologi, peristiwanya dan korban. Awalnya kan memang dipicu dari meninggalnya seorang tahanan," ujar Wakil Ketua Komnas HAM Ridha Saleh kepada detikcom, Kamis (2/9/2010).

Ridha menjelaskan, tidak adanya penjelasan kepada masyarakat menyebabkan massa bertanya-tanya dan curiga. Seruan untuk menjelaskan kematian Kashmir juga telah disampaikan ke Kapolres setempat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Masyarakat butuh transparansi atas kematian itu. Makanya kita minta agar Kapolres menggelar konferensi pers dan meminta maaf kepada publik," tegasnya.

Namun, menurut Ridha, seruan itu tidak digubris polisi. Oleh karenanya, massa mengamuk dan mengincar polisi.

"Coba sejak awal menjelaskan. Tentu korban tidak akan bertambah seperti sekarang," imbuhnya.

Ridha juga meminta agar polisi menarik seluruh pasukannya. Hal itu agar massa tidak terpancing kembali membuat kerusuhan.

"Kapolda di sini harus bertanggung jawab. Harus ada tindakan tegas kepada aparat. Untuk menenangkan massa, Kapolri harus minta maaf," tandasnya.

Komnas HAM menyebut kerusuhan di Buol, Sulteng, telah menelan 8 korban tewas dan 34 lainnya luka-luka yang semuanya dari warga setempat.

Setelah sempat reda, situasi di Buol kembali memanas. Rumah dinas Wakapolres Buol dikabarkan dirusak dan dibakar massa, Rabu (1/9) malam. Sebelumnya, Selasa (31/9), warga Biau, Kabupaten Buol, Sulteng melakukan penyerangan ke kantor Polsek Biau.
(ape/nrl)


Berita Terkait