"Bahkan pidato ini lebih menunjukkan ketakutan SBY akan Malaysia yang superior dan Indonesia yang tergantung pada Malaysia," kata Ketua Bidang Luar Negeri DPP PDI Perjuangan, Andreas Pareira, kepada detikcom, Kamis (2/9/2010).
"Tidak ada satu statement pun yang mengingatkan Malaysia akan sikap arogansinya selama ini. Bahkan terkesan SBY takut kalau hubungan
bilateral memburuk, kita yang dirugikan," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Malaysia akan semakin arogan dan melecehkan Indonesia. Sementara rakyat akan semakin marah, dan mengambilnya caranya sendiri untuk mengatasi arogansi Malaysia," kata mantan anggota Komisi I DPR ini.
Menurut Andreas, sikap Presiden tersebut adalah cerminan sikap inferior yang
seharusnya tidak perlu dilakukan. Sebab realitanya, Malaysia juga banyak
membutuhkan Indonesia. Bahkan Malaysia lebih membutuhkan Indonesia, ketimbang Indonesia membutuhkan Malaysia.
"Malaysia tergantung dari TKI kita," tutupnya.
(lrn/ape)










































