Bunyi ledakan bom langsung mengoyak kerumunan orang yang sedang berbuka puasa. Mereka kaget karena ledakan begitu memekakkan telinga. Sontak, massa berhamburan menyelamatkan diri.
Seperti dikutip dari AFP, Rabu (1/9/2010), polisi menembakkan gas air mata untuk menghalau kepanikan warga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proses berkabung baru saja berakhir ketika aku mendengar tiga ledakan memekakkan telinga," kata seorang warga Shahid Hussain.
Sejumlah orang menangis dan memukuli kepala dan dada mereka di lokasi kejadian. Mereka berteriak dan meneriaki polisi dan pemerintah daerah setempat karena gagal melindungi orang-orang.
Sementara beberapa orang yang cedera masih berbaring di tanah. Mobil ambulan pun melaju ke dalam dan ke luar membawa korban luka.
"Dua puluh lima orang tewas dan lebih dari 180 lainnya luka-luka dalam tiga serangan bunuh diri," kata seorang pejabat senior administrasi lokal, Sajjad Bhutta.
"Kami telah mengumpulkan tubuh semua tiga pembom," jelasnya.
(ape/asp)










































