"Itu rumah dinas Wakapolres Buol," kata Kabidhumas Polda Sulteng, AKBP Irfaizal Nasution kepada detikcom melalui telepon, Rabu (1/9/2010) malam.
Menurut Faizal, pihaknya belum mengetahui apakah ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Ia hanya mengatakan Wakapolres Buol saat kejadian tidak berada di rumah dinas.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Faizal menyatakan, polisi telah berupaya agar massa menahan emosinya. Namun, menghindari bentrokan terjadi, pihaknya memilih untuk tidak berkonfrontasi.
"Kita sudah mencoba pendekatan dengan masyarakat. Sudahlah kita kan sedang mencari solusi yang terbaik tapi kelihatannya mereka belum puas," jelasnya.
Sementara, menurut Kabidpenum Mabes Polri Kombes Marwoto Soeto mengatakan situasi Buol tidak menentu. Sementara Wakapolri Komjen Yusuf Manggabarani yang ditugaskan Kapolri menyelidiki kasus ini masih belum sampai ke Buol.
"Rombongan Wakapolri belum sampai di Buol, info terakhir jam 20.00 Wita baru mendarat di Palu," imbuhnya.
Warga Biau, Kabupaten Buol, Sulteng pada Selasa (31/8) malam kemarin melakukan penyerangan ke kantor Polsek Biau. Hal ini dipicu tewasnya seorang tahanan bernama Kashmir (19).
Akibat penyerangan tersebut, polisi setempat melakukan pembelaan diri sehingga 5 orang warga tewas yakni, Arfan Salatea, Ridwa, Ling, Amran, satu korban lagi belum jelas identitasnya.
Kondisi di Biau sendiri semula dikabarkan telah kondusif. Polisi dibantu Muspida setempat telah melakukan diskusi dengan warga. Namun menjelang malam, massa kembali memanas.
(ape/asp)











































