Ke Mesir ISI Yogyakarta Kenalkan Indonesia Moderat

Laporan dari Kairo

Ke Mesir ISI Yogyakarta Kenalkan Indonesia Moderat

- detikNews
Rabu, 01 Sep 2010 21:20 WIB
Ke Mesir ISI Yogyakarta Kenalkan Indonesia Moderat
Kairo - Mengenalkan wajah moderat muslim Indonesia, tim muhibah seni ISI Yogyakarta tampil memukau di Kairo, Alexandria dan Damanhur. Muhibah dalam bingkai Ramadhan Lifestyle in Indonesia dipimpin rektor Soedjono.

Di tiga kota besar Mesir itu ISI Yogyakarta menghipnotis penonton dengan beragam komposisi musik dan tarian Nusantara bernafaskan keislaman, diantaranya permainan instrumen angklung, talimpong dan gamelan bambu khas Bali.

"Terutama gubahan tarian daerah yang dibalut dengan lantunan musik dinamis mendapatkan sambutan luar biasa," tutur Sekretaris III Pensosbud Ali Andika Wardhana kepada detikcom, Rabu (1/9/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagian tarian daerah itu ditampilkan dengan koreografi kreasi baru, yakni Tari Zapin, Tari Jamus (Jawa Muslim) dan Tari Cak Janger, gabungan antara tari Kecak dan Janger.

Seluruh penampilan ISI Yogyakarta ini mendapat tempat terhormat di Damanhur Opera House (29/8/2010), Alexandria Opera House (28/8/2010) dan Cairo Opera House (27/8/2010) serta diliput luas oleh media massa nasional setempat, antara lain televisi Channel One, Nile Culture, Nile News Channel dan media cetak seperti Al-Ahram.

Duta Besar RI untuk Mesir Abdurrahman Mohammad Fachir dalam pidato pembukaan menyampaikan bahwa penampilan ISI Yogyakarta kali ini memperlihatkan wajah moderat muslim di Indonesia yang menghargai pluralitas.

"Melalui pagelaran ini, KBRI Kairo juga ingin menyampaikan kepada masyarakat Mesir berbagai kesamaan kedua bangsa, dengan kesamaan tersebut dapat terbangun ikatan emosional dan kerjasama yang baik antara keduanya," ujar Fachir di Cairo Opera House (27/8/2010).

Lanjut Fachir, bagi bangsa Indonesia Ramadan tahun ini terasa lebih istimewa karena bertepatan dengan perayaan hari ulang tahun kemerdekaan pada 17 Agustus. "Lebih istimewa lagi dirayakan di Mesir, negara pertama di dunia yang mengakui kemerdekaan Indonesia," tandas Fachir dalam bahasa Arab yang fasih.

Diplomat karir kelahiran Banjarmasin itu juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Opera House yang mengharapkan Indonesia tampil di bulan Ramadan dalam kegiatan pengenalan Indonesia dan muslim Indonesia dalam bentuk musik dan tari.

"Penampilan Indonesia di Opera House yang bergengsi ini menegaskan penghargaan terhadap kebudayaan Indonesia," demikian Fachir.

Sementara itu Ali Andika Wardhana menjelaskan, upaya mempromosikan Indonesia bertema Ramadan Lifestyle in Indonesia adalah kegiatan tahunan KBRI Kairo. Tahun ini merupakan seri ke-6 KBRI Kairo menggelar promosi dengan mengangkat nuansa Ramadan di Indonesia.

Acara diselingi dengan kuis keindonesiaan yang ternyata mendapatkan sambutan meriah para penonton. Dipandu pembawa acara yang mahir berbahasa Arab amiyah (bahasa Arab setempat), pertanyaan seperti siapa nama presiden Indonesia sekarang dan pertanyaan seputar keindonesiaan lainnya dijawab dengan cukup baik oleh penonton.

Selain itu, acara yang berlangsung seusai waktu berbuka puasa tersebut juga dilengkapi dengan jamuan kecil hidangan kue khas Indonesia seperti pisang coklat, bolu kukus, lumpia, onde-onde dan lain-lain.

"Semuanya habis disantap oleh ratusan undangan dalam setiap tampilan di tiga kota di Mesir," pungkas Ali.

(es/es)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads