Pemerintah RI seharusnya segera mengirimkan surat (nota) keberatan atas rencana itu dan berkomunikasi agar aksi itu dicegah. Ini demi menghindarkan aksi-aksi balasan yang berkepanjangan.
"Sebelum terlambat pemerintah harus berkomunikasi kepada pemerintah AS. Karena, jika hal tersebut terlaksana akan menimbulkan dampak yagg luar, biasa bukan hanya di dunia tapi juga di Indonesia," kata Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (1/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai negara yang berpenduduk muslim terbanyak, Indonesia harus banyak berperan aktif dalam percaturan politik dunia untuk menjaga harmonisasi hubungan antara umat Muslim dan non Muslim. Khususnya menghilangkan isu negative yang sering dilontarkan dunia barat terhadapย Islam.
Abdullah kembali mengingatkan akan adanya Deklarasi HAM PBB atas penghormatan semua agama yang dianut semua negara. Deklarasi atas penghormatan beragama ini harus dihormati semua pihak, negara dan golongan. Oleh karena itu, lembaga-lembaga gereja harus menyadari betul mengenai fungsi dan peran mereka dalam menjaga harmonisasi hubungan antar umat beragama.
"Lembaga-lembaga gereja di seluruh dunia seharusnya dapat mencegah rencana gila Dove Word Outreach Center yang akan membakar mushaf Al Qur'an itu," imbuhnya.
Walau begitu, Abdullah juga meminta, agar kalangan ummat Islam di Indonesia tidak mudah terprovokasi dan terpecah belah atas rencana itu. Tidak terprovokasi meski tindakan tegas juga harus cepat diambil jika kitab suci Al Qur'an yang menjadi keyakinan umat Islam diinjak-injak.
Selain dengan tindakan tegas, LDII bersama dengan Ormas Islam yg tergabung dalam Dewan Masjid Indonesia juga berdoa agar rencana pembakaran mushaf Al Qur'an tak terlaksana. "Dalam bulan suci ini mari kita berdoa kepada Allah agar rencana keji tersebut tidak terlaksana," katanya lagi.
(zal/lh)











































