LDII Desak Pemerintah Kirim Nota Keberatan ke AS

Rencana Pembakaran Al Qur\'an

LDII Desak Pemerintah Kirim Nota Keberatan ke AS

- detikNews
Rabu, 01 Sep 2010 17:57 WIB
Jakarta - Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) dan beberapa ormas Islam dmendesak pemerintah tidak tinggal diam menghadapi rencana aksi pembakaran Al Qur'an secara massal di Dove World Outrech Center, sebuah gereja di Florida, Amerika Serika pada tanggal 11 September 2010 ini.

Pemerintah RI seharusnya segera mengirimkan surat (nota) keberatan atas rencana itu dan berkomunikasi agar aksi itu dicegah. Ini demi menghindarkan aksi-aksi balasan yang berkepanjangan.

"Sebelum terlambat pemerintah harus berkomunikasi kepada pemerintah AS. Karena, jika hal tersebut terlaksana akan menimbulkan dampak yagg luar, biasa bukan hanya di dunia tapi juga di Indonesia," kata Ketua Umum DPP LDII Abdullah Syam di Masjid Istiqlal, Jakarta, Rabu (1/9/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut dia dalam waktu dekat LDII akan menyampaikan surat keberatan dan kecaman atas rencana aksi itu kepada Kementrian Luar Negeri untuk diteruskan kepada pemerintah AS. Surat itu rencananya akan dikirim dalam pekan ini juga.

Sebagai negara yang berpenduduk muslim terbanyak, Indonesia harus banyak berperan aktif dalam percaturan politik dunia untuk menjaga harmonisasi hubungan antara umat Muslim dan non Muslim. Khususnya menghilangkan isu negative yang sering dilontarkan dunia barat terhadapย  Islam.

Abdullah kembali mengingatkan akan adanya Deklarasi HAM PBB atas penghormatan semua agama yang dianut semua negara. Deklarasi atas penghormatan beragama ini harus dihormati semua pihak, negara dan golongan. Oleh karena itu, lembaga-lembaga gereja harus menyadari betul mengenai fungsi dan peran mereka dalam menjaga harmonisasi hubungan antar umat beragama.

"Lembaga-lembaga gereja di seluruh dunia seharusnya dapat mencegah rencana gila Dove Word Outreach Center yang akan membakar mushaf Al Qur'an itu," imbuhnya.

Walau begitu, Abdullah juga meminta, agar kalangan ummat Islam di Indonesia tidak mudah terprovokasi dan terpecah belah atas rencana itu. Tidak terprovokasi meski tindakan tegas juga harus cepat diambil jika kitab suci Al Qur'an yang menjadi keyakinan umat Islam diinjak-injak.

Selain dengan tindakan tegas, LDII bersama dengan Ormas Islam yg tergabung dalam Dewan Masjid Indonesia juga berdoa agar rencana pembakaran mushaf Al Qur'an tak terlaksana. "Dalam bulan suci ini mari kita berdoa kepada Allah agar rencana keji tersebut tidak terlaksana," katanya lagi.


(zal/lh)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads