Priyo: Panglima TNI Tak Harus Urut Kacang

Priyo: Panglima TNI Tak Harus Urut Kacang

- detikNews
Rabu, 01 Sep 2010 17:12 WIB
Jakarta - Panglima TNI pengganti Jenderal Djoko Santoso tidak harus berdasar giliran matra. Sebab, mekanisme undang-undang tidak mengatur hal tesebut.

"Sebaiknya sesuai mekanisme, tidak harus urut kacang," kata Wakil Ketua DPR Bidang Politik dan Keamanan, Priyo Budi Santoso, Rabu (1/9/2010).

Priyo menanggapi sejumlah pendapat yang menginginkan Panglima TNI berikutnya berasal dari Angkatan Laut. Sebab panglima saat ini, Jenderal Djoko Santoso berasal dari AD dan sebelumnya Marsekal Djoko Suyanto dari AU.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jika pengganti Djoko harus dari matra AL, maka KSAL Laksama Agus Suhartono adalah satu-satunya calon yang bisa digadang menjadi panglima. Djoko akan pensiun Oktober mendatang.

Priyo melanjutkan, pengajuan calon Panglima TNI ke DPR adalah hak prerogatif presiden.

"Presiden punya keleluasaan memilih kandidat terbaik. DPR bisa menyetujui atau tidak menyetujui (pilihan presiden)," kata Priyo.

Priyo mengatakan, urutan matra untuk Panglima TNI selama ini merupakan tradisi yang bagus. Namun, jika tidak berdasarkan urutan pun, bukan berarti semangat reformasi TNI berjalan mundur.

"Tidak (mundur). Tapi harus sesuai logika. Misalnya tidak mungkin yang diangkat kolonel," kata Priyo.

Kalau bintang dua? Priyo hanya tersenyum dan tidak mau menjawab. Kabar beredar, Pangdam III Siliwangi yang juga ipar Presiden SBY, Mayjen TNI Pramono Edhi Wibowo, juga digadang-gadang menjadi panglima TNI.

(lrn/gun)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads