"Nggak ada itu soal bibir Sigit berdarah-darah dipukuli, dia sehat kok. Kalau ada anggota yang melakukan kekerasan pasti kita tindak," kata Kapolres Bekasi Kota Kombes Imam Sugianto kepada detikcom, Rabu (1/9/2010).
Menurut Imam, kasus ini dilimpahkan dari Polsek Jatiasih karena sudah melebar kemana-mana, bahkan sampai menimbulkan simpati para alumni dari kedua perguruan tinggi ternama tersebut. Imam berjanji polisi akan membantu proses mediasi dan musyarawah agar kedua pihak berdamai.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kondisi Sigit ini juga diakui Direktur Eksekutif Ikatan Alumni (IA) ITB, Muhammad Azhar, usai menjenguk Sigit. Menurut dia, secara fisik tidak ada bekas seperti penganiayaan.
"Dia hanya tampak lelah, tapi kondisinya biasa. Yang syok malah istrinya," kata Azhar.
Menurut Azhar, Maya tidak ada maksud mengadu domba alumni UI dan ITB. Dia hanya panik dan tidak tahu kemana harus mengadu. Penekanan Hendra sebagai alumni UI dimaksudkan kalau ada alumni ITB yang mengenal alumni UI agar membantu berkomunikasi.
"Sebenarnya, nama alumni nggak sengaja terbawa. Istrinya kaget suami ditahan dan nggak tahu harus bagaimana. Terus curhat di milis alumni, lalu berkembang kemana-mana. Tidak ada maksud sama sekali (adu domba)," kata Azhar.
Pada 20 Agustus 2010 lalu, terjadi serempetan mobil ini terjadi antara karyawan Ericsson, Sigit Priyanggoro, alumnus Teknik Elektro ITB angkatan 2002 dengan karyawan Pertamina, Pipit Hendra Nurwinahyu, seorang alumnus Teknik Mesin UI angkatan 2000 pada 20 Agustus 2010 lalu. Sigit yang emosi, lantas membogem Hendra. Akibatnya, Sigit berurusan dengan Polsek Jatiasih.
Maya, istri Sigit, kemudian mengirim e-mail curhatan untuk meminta bantuan agar suaminya bisa keluar dari tahanan. E-mail yang oleh Maya diminta untuk disebar ini lantas meramaikan milis kedua almamater. Dalam e-mail, Maya menyebut-nyebut Hendra sebagai alumni UI. Maya juga curhat, suaminya dipukuli di tahanan polisi.
"Siang tadi saya sempat bertemu Sigit, kondisi terakhirnya sangaaaaat mengkhawatirkan. Bibirnya berdarah, entah habis dipukuli siapa," demikian tulis Maya dalam emailnya.
Banyak pihak yang kemudian meminta agar kasus ini tidak disangkutpautkan dengan almamater. Kedua pihak pun disarankan segera berdamai, karena sebenarnya kasusnya sederhana namun berbuntut panjang karena membawa nama alumni UI dan ITB.
(fay/asy)











































