Neva, seorang pembaca detikcom, mengaku sudah dua kali menjalin kasih dengan pria yang mengaku bule. Benih-benih cinta antara keduanya itu mulai tumbuh dari perkenalan di internet. Kedua pria itu berusaha menipunya.
Namun, Neva lebih beruntung dari wanita-wanita yang lain. "Saya lebih beruntung karena tidak terperdaya dengan tipu muslihatnya dan uang saya selamat," kata Neva dalam surat elektronik kepada detikcom, Rabu (1/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Neva diminta mencarikan sebuah rumah untuk tempat tinggalnya di Indonesia. Williams juga ingin menikahi Neva saat tiba di Indonesia nanti. "Dengan rayuan mautnya saya mencari rumah yang dia maksud. Awalnya saya percaya sama Williams dan mencari rumah karena saya mulai tertarik dengan dia," cerita Neva.
Namun sebelum semua itu terealisasi, Williams meminta Neva untuk mengirimkan laptop dan uang untuk membelikan anaknya hadiah ulang tahun. "Saya mulai mencium hal yang aneh akhirnya dia berusaha untuk jujur bahwa dia lagi membutuhkan uang untuk bisnisnya. Akhirnya saya putus setelah kami bertengkar," katanya.
Pacar kedua Neva mengaku bernama Patrick Smith dari London, single, anak tunggal pengusaha kaya raya. Patrick mengaku telah menjadi yatim piatu dan ingin memiliki teman. Namun Neva memutuskannya karena Patrick terus menerus berkelit saat ditanya alamatnya. Selain itu, situs yang disebutkan sebagai perusahaannya ternyata fiktif.
"Dia berjanji akan bertunangan pada bulan September ini, tapi sebelum itu terjadi, saya sudah memutuskan dia," kata Neva.
Dari semua pengalaman itu, Neva mencoba mendeskripsikan ciri-ciri para penjahat cinta itu. Menurutnya, pria itu biasanya memasang foto pria berwajah menarik, tinggal di Inggris, Aberdeen, atau Skotlandia, mengaku kaya raya dangan jabatan tinggi di perusahaan, duda satu anak atau anak tunggal, merayu dengan kata-kata ingin menikahi, dan sering mengirimkan foto-foto mobil, rumah, dan segala hal yang menunjukkan dia pria mapan.
(ken/nrl)











































