Pesta Jelang Pernikahan, 8 Orang Tewas Keracunan Makanan

Pesta Jelang Pernikahan, 8 Orang Tewas Keracunan Makanan

- detikNews
Rabu, 01 Sep 2010 14:06 WIB
Makassar - Maksud hati ingin menggelar syukuran menjelang pernikahan, justru petaka yang didapat oleh sebuah keluarga di Desa Pattappa, Kecamatan Pujananting, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan. 8 Orang, termasuk sang calon mempelai wanita, tewas keracunan makanan yang dihidangkan.

Pesta syukuran atau warga Bugis biasa menyebutnya 'naik mahar' itu digelar Selasa (31/8/2010) petang, jelang berbuka puasa, di rumah Juhreni. Dalam waktu dekat, perempuan tersebut memang berencana menikahkan Hasni, putrinya.

Sejumlah kerabat dekat Juhreni menghadiri acara itu. Mereka berbincang-bincang akrab. Sesekali terdengar tawa keluarga itu ditengah obrolan menunggu waktu berbuka puasa tiba. Singkat cerita, suasana di rumah Juhreni itu penuh keceriaan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sampai saatnya, tibalah waktu berbuka puasa. Semua yang hadir langsung menyantap aneka hidangan yang disajikan tuan rumah. Terutama anak-anak, mereka langsung memburu kue-kue lezat di meja.

Namun tak disangka, hanya selang beberapa menit setelah berbuka puasa terjadi malapetaka itu. Mereka yang hadir satu per satu bertumbangan. Awalnya mereka mual, pening dan kemudian muntah-muntah usai menyantap kue dadar. Bahkan beberapa, terutama anak-anak langsung tidak sadarkan diri.

"Mereka diduga keracunan kue dadar. Makanan itu kemungkinan sudah terpapar racun," kata Kapolres Barru, AKBP Darma Lelepadang, saat dihubungi detikcom, Rabu (1/9/2010).

Menurut Darma, racun dalam kue tersebut sangat mematikan. Sebanyak 8 orang, termasuk tuan rumah Juherni, tewas setelah menyantap kue maut tersebut. Beberapa di antaranya menghembuskan nafas terakhir di tempat kejadian perkara. Nama-nama korban tewas adalah Juherni, Hasni, Samsidar, La Pasau, Mami, Sami, Raihan dan Iwaleng.

"Beberapa korban lainnya dilarikan ke RSUD Barru. Sebanyak 9 di antaranya dalam kondisi kritis," ujar Darma.
(djo/djo)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini