Pesta syukuran atau warga Bugis biasa menyebutnya 'naik mahar' itu digelar Selasa (31/8/2010) petang, jelang berbuka puasa, di rumah Juhreni. Dalam waktu dekat, perempuan tersebut memang berencana menikahkan Hasni, putrinya.
Sejumlah kerabat dekat Juhreni menghadiri acara itu. Mereka berbincang-bincang akrab. Sesekali terdengar tawa keluarga itu ditengah obrolan menunggu waktu berbuka puasa tiba. Singkat cerita, suasana di rumah Juhreni itu penuh keceriaan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun tak disangka, hanya selang beberapa menit setelah berbuka puasa terjadi malapetaka itu. Mereka yang hadir satu per satu bertumbangan. Awalnya mereka mual, pening dan kemudian muntah-muntah usai menyantap kue dadar. Bahkan beberapa, terutama anak-anak langsung tidak sadarkan diri.
"Mereka diduga keracunan kue dadar. Makanan itu kemungkinan sudah terpapar racun," kata Kapolres Barru, AKBP Darma Lelepadang, saat dihubungi detikcom, Rabu (1/9/2010).
Menurut Darma, racun dalam kue tersebut sangat mematikan. Sebanyak 8 orang, termasuk tuan rumah Juherni, tewas setelah menyantap kue maut tersebut. Beberapa di antaranya menghembuskan nafas terakhir di tempat kejadian perkara. Nama-nama korban tewas adalah Juherni, Hasni, Samsidar, La Pasau, Mami, Sami, Raihan dan Iwaleng.
"Beberapa korban lainnya dilarikan ke RSUD Barru. Sebanyak 9 di antaranya dalam kondisi kritis," ujar Darma.
(djo/djo)










































