Aksi 'Bule' Pencari Cinta Bertajuk Nigerian Sweetheart Scam

Aksi 'Bule' Pencari Cinta Bertajuk Nigerian Sweetheart Scam

- detikNews
Rabu, 01 Sep 2010 12:42 WIB
Aksi Bule Pencari Cinta Bertajuk Nigerian Sweetheart Scam
Jakarta - Aksi bule pencari dollar berkedok cinta di dunia maya yang menjerat kaum Hawa negeri kita bukan barang baru di negeri belahan Amerika bagian utara dan Eropa barat. Mayoritas pelakunya terdeteksi dari Nigeria, sehingga kejahatan ini terkenal dengan nama Nigerian Sweetheart Scam.

Pelaku yang berkulit hitam ini, memalsukan identitas dengan menyebut dirinya sebagai orang kulit putih dari negeri Eropa atau AS. Mereka memasang foto yang menarik hati, yang rata-rata dicomot dari website modeling dari seantero dunia. Dengan bekal foto yang ganteng dan kata-kata manis lewat chatting atau email, perempuan mana yang tidak akan terlena?

Banyaknya korban kejahatan berkedok cinta ini, bahkan membuat Oprah Winfrey mengudarakan tema ini dalam Oprah Show pada 2007 silam.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Website perkenalan muda-mudi/situs jodoh di luar negeri, rata-rata telah memasang peringatan atas kejahatan cinta ini. Banyak juga yang menyertakan kisah cinta para korbannya, sebagai upaya untuk mengerem laju calon korban.

Pelaku kejahatan ini akan meminta korbannya yang telah naksir/jatuh cinta pada mereka untuk mengirim uang untuk kepentingan studi, keluarga yang sakit, bisnis, dan banyak lagi alasan gombal.

"Mereka biasanya beroperasi dengan skema: penipu mengupload foto palsu yang atraktif, mayoritas kasus foto berkulit putih. Mereka berpura-pura sebagai orang asing yang bekerja di Nigeria atau Ghana (biasanya mereka mengaku asli AS dan Inggris, tapi bisa juga Kanada, Australia, dan negara Eropa lainnya)," demikian peringatan di situs kencan asing, Dating More.

"Harap diingat: orang kulit putih di Nigeria atau Ghana yang berhubungan dengan Anda lewat situs kencan atau situs jejaring sosial selama 100 persen penipuan. Tidak ada perkecualian. Tidak ada insinyur kulit putih atau model wanita yang terdampar di sana. Itu selalu penipuan. Jika Anda seketika menghentikan berhubungan dengan mereka, maka Anda akan selamat."

Ceritakan pengalaman Anda di redaksi@detik.com, semoga korban tidak terus berjatuhan. (nrl/fay)


Berita Terkait