Panglima TNI Berikutnya Tak Harus dari Angkatan Laut

Panglima TNI Berikutnya Tak Harus dari Angkatan Laut

- detikNews
Rabu, 01 Sep 2010 11:22 WIB
Panglima TNI Berikutnya Tak Harus dari Angkatan Laut
Jakarta - Usulan nama Panglima TNI adalah murni hak prerogatif presiden. Oleh karenanya, pengganti Panglima TNI Jenderal Djoko Santoso tidak harus berasal dari matra berbeda.

"Mekanisme pergantian matra tidak merupakan keharusan. Misalnya, setelah matra Angkatan Darat, terus matra Angkatan Laut, terus matra Angkatan Udara, dan seterusnya. Tidak begitu," kata anggota Komisi I DPR, Tjahjo Kumolo, kepada detikcom, Rabu (1/9/2010).

Tjahjo menanggapi sejumlah pendapat yang menginginkan Panglima TNI berikutnya berasal dari Angkatan Laut. Sebab panglima saat ini, Jenderal Djoko Santoso berasal dari AD dan sebelumnya Marsekal Djoko Suyanto dari AU. Jika pengganti Djoko harus dari matra AL, maka Kepala Staf AL, Laksamana Agus Suhartono, adalah satu-satunya calon yang bisa digadang-gadang menjadi panglima.

Menurut Tjahjo, pemilihan Panglima TNI berikutnya harus menyangkut kebutuhan, telaah strategis, dan tentunya ada pertimbangan-pertimbangan dari Presiden.

"Sebagai panglima tertinggi TNI tentunya Presiden mempunyai pertimbanan khusus dengan mencermati gelagat dan perkembangan yang ada," kata Sekjen PDI Perjuangan ini.

Ia juga menilai KSAD Jenderal George Toisutta, KSAU Marsekal Imam Sufaat dan KSAL Laksamana Agus Suhartono adalah figur yang tepat menduduki Panglima TNI. "Namun keputsan politik ada pada presiden," tegas dia lagi.

Panglima TNI ke depan, lanjutnya, haruslah figur yang berani mengambil keputusan dan sikap untuk menentukan siapa kawan siapa lawan, bagi kelompok atau siapapun yang bertentangan dengan Pancasila, UUD 1945 dan NKRI.

"Ini harga mati," tegasnya.

(lrn/fay)


Berita Terkait