"Cara mengatasinya adalah sebijak-bijaknya," kata Said Agil usai mengikuti buka bersama Wakil Presiden Boediono dengan para ulama di Kediaman Dinas Wapres, Jl Diponegoro, Jakarta Pusat, Selasa (31/8/2010).
Ditanya cara bijak yang seperti apakah yang dia maksud, Said Agil hanya mengatakan, "Perlu pembicaraan yang panjang," jawabnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
sedikit. Sebab, ajaran tersebut tidak hanya hidup di Indonesia, melainkan di berbagai negara.
"Saya kira perlu pembahasan yang panjang itu. Karena Ahmadiyah ada di 102 negara di dunia itu," tutur Said Agil, yang terpilih sebagai Ketua PBNU menggantikan Hasyim Muzadi ini.
Persoalan Ahmadiyah kembali ramai setelah Menteri Agama Suryadharma Ali
melontarkan usulan perlunya pembubaran ajaran yang dikembangkan oleh Mirza
Ghulam Ahmad ini. Menag menyampaikan hal itu pada Senin (30/8), kemarin dan
langsung dihujani kritik dari sana-sini.
(irw/anw)











































