"Jadi upaya perbaikan jalan ini bukan untuk lebaran saja, tapi apa yang kita lakukan ini pada seluruh jaringan jalan nasional. Jadi bukan proyek dadakan," kata Dirjen Bina Marga Kemen PU Djoko Murjanto dalam jumpa pers di Gedung Bina Marga Kemen PU, Jl Pattimura Jakarta, Senin (31/8/2010).
Dia mengatakan selama ini banyak suara sumir yang mengatakan saat musim lebaran saja jalan bagus, setelah itu akan rusak kembali. Maka itu dia mempertegas tidak ada istilah pengerjaan itu hanya karena momen tertentu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Selain itu, Djoko juga menegaskan tidak ada budget khusus yang disediakan Bina Marga dalam rangka perbaikan jaringan jalan nasional ini. Yang jelas dari anggaran tahun 2010 Bina Marga, 54 persennya telah terserap untuk pekerjaan fisik.
"Dari Rp 16,7 triliun anggaran Bina Marga tahun 2010 ini, inilah yang akan digunakan dalam rangka pembangunan jaringan jalan nasional di seluruh Indonesia. Lebih kurang mencapai 38.000 km dan 54 persen sudah terserap," paparnya.
Hingga bulan kesembilan ini, Bina Marga telah menyelesaikan perbaikan sepanjang 11.000 km diseluruh Indonesia yang mayoritas adalah jalur yang digunakan sebagai arus mudik. Dan yang paling banyak mendapatkan perhatian adalah jalur-jalur di pulau Jawa dan Sumatera.
"Karena ini jalur arus mudik yang paling meledak, bahkan kalau Jawa sudah bisa dikatakan 99 persen-lah," tambahnya.
(lia/gun)










































