"Untuk dua lajur yang sudah selesai hari ini akan kita lakukan uji coba dan jika memang lolos uji coba hari ini, maka mulai besok jalur ini sudah bisa digunakan," kata Dirjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Djoko Murjanto.
Hal ini disampaikan Djoko dalam jumpa pers di Gedung Bina Marga Kementerian PU, Jalan Pattimura, Jakarta, Selasa (31/8/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Dua lajur saat ini sudah cukup kuat dan nyaman untuk dilalui. Kita juga sudah pakai pembatas beton," ujar dia.
Direktur Bina Pelaksanaan Wilayah Kementerian PU, Winarno M Eng, menambahkan dengan berfungsinya jalur ini diharapkan potensi kemacetan di kawasan Nagreg di musim Lebaran akan bisa tertanggulangi.
Namun, kata dia, penanggulangan ini tidak lepas dari manajemen traffic yang normal.
"2 lajur 1 arah ini akan kita ke arah Bandung dan ini sebenarnya diperuntukan bagi mobil kecil. Dan dengan jalur ini pula traffic management akan berjalan baik," ujar Djoko.
Menurut dia, yang menjadi masalah selama ini adalah ada adanya pertemuan persimpangan ke arah Tasikmalaya dan Garut.
"Makanya dengan adanya jalur ini semua dibuat mengalir biar tidak ada lagi kenderaan yang saling bertemu," kata Djoko.
Selain dua lajur ini, ada dua lajur lagi yang saat ini tengah dibangun Bina Marga di jalur yang sama. Tetapi, jalur itu belum selesai.
Walaupun begitu, Bina Marga cukup yakin dua lajur yang saat ini akan sangat optimal. "Yang jelas akan sangat signifikan (mengurangi kemacetan)," kata Djoko.
Pembangunan Jalur Lingkar Nagreg, yang dimulai sejak tahun 2007 lalu. Jalur Lingkar Nagreg ini, tepat berada di kampung Cikaledong Nagreg, Kabupaten Bandung, dengan panjang sekitar 8 km.
(lia/aan)











































