"Peralatan yang diberikan ini tidak semata-mata untuk people smuggling (penyelundupan manusia) saja. Tapi juga bisa digunakan untuk penanganan kasus-kasus lain yang memerlukan teknologi," ujar Kabareskrim Mabes Polri, Komjen Pol Ito Sumardi, di Mabes Polri, Jakarta, Selasa (31/8/2010).
Ito mengatakan bantuan ini berupa peralatan transportasi, peralatan pengintai, survailance, dan alat pemindai. Keseluruhan peralatan ini bernilai 20 juta dollar Australia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kapal-kapal itu pembuatannya memerlukan waktu. Nanti kalau sudah jadi, kita bekerjasama dengan aparat lain seperti TNI, untuk turut menjaga perairan kita," terang Ito.
Ito menambahkan, pemberian hibah ini selain merupakan apresiasi atas prestasi polri juga untuk mencegah kian maraknya penyelundupan manusia di daerah perbatasan. Indonesia sudah menjadi transit para imigran yang bertujuan ke Australia. Imigran gelap ini tidak jelas latar belakangnya.
"Kita tidak tahu mereka siapa. Apakah kelompok radikal karena ada Taliban ada Al-qaeda (imigran gelap mayoritas berasal dari Afganistan dan Irak). Mereka menjadikan Australia sebagai negara tujuan. Karena itu kami mempunyai kepentingan bersama," tutup Ito.
(ddt/gun)











































