"Untuk memperkuat pertahanan, tentu kita harus menambah anggarannya. Makanya untuk anggaran pertahanan tahun depan, kita akan minta supaya dinaikkan menjadi Rp 100 triliun," kata Ketua FPAN DPR, Tjatur Sapto Edi di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (31/8/2010).
Menurut dia, perlu didorong politik luar negeri yang tegas guna menghadapi hubungan diplomasi yang memanas dengan Malaysia.
Hal itu bisa tercapai dengan pertahanan yang kuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dikatakan dia, sebanyak Rp 70 triliun dari Rp 100 triliun tersebutย akan lebih dimaksimalkan untuk mengawal daerah-daerah terluar dan perbatasan Indonesia.
Ketika ditanya apakah kalau seperti itu kesannya kita mau perang dengan negara tetangga, Tjatur membantahnya.
"Ini bukan soal mau perang atau tidak. Tetapi, diplomasi kita akan kuat bila pertahanan kita juga kuat. Kenapa, Najib bisa kurang ajar sama Indonesia karena dia merasa pertahanannya sudah sangat kuat dan kenapa kita merasa lemah diplomasinya, karena kita sadar pertahanan kita lemah. Jadi ini adalah masalah pertahanan tidak sekadar diplomasi," papar pria yang juga Wakil Ketua Komisi III DPR ini.
(aan/ndr)











































