Merak, Cikopo, dan Nagrek Jadi Biang Kemacetan Terparah Mudik Lebaran

Merak, Cikopo, dan Nagrek Jadi Biang Kemacetan Terparah Mudik Lebaran

- detikNews
Senin, 30 Agu 2010 18:17 WIB
Jakarta - Kemacetan diperkirakan akan menjadi santapan para pemudik di sejumlah titik. Utamanya mulai H-3 Lebaran kemacetan terparah akan terjadi di kawasan Merak, Nagrek, dan Cikopo.

"3 Lokasi itu menjadi simpul kemacetan terparah. Di Merak mencapai 2 km, di Nagrek 9 km, dan di Cikopo 5 km," kata anggota Komisi V DPR Abdul Hakim dalam siaran pers, Senin (30/8/2010).

Dia menjelaskan, laporan ini diperoleh berdasarkan rapat dengar pendapat antara Komisi V DPR dengan Kementerian Perhubungan, Kepolisian, dan Kementerian PU. "Meski pengaturan lalu lintas dilakukan, tetap tidak bisa menghindari kemacetan," imbuhnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kemacetan di Merak, terjadi akibat pengerjaan fly over yang belum tuntas yang berdampak pada penyempitan badan jalan. Macet 2 km pun diperkirakan tidak akan terelakkan. Sedang di Nagrek, kemacetan diperkirakan karena pembangunan simpang Nagrek yang belum tuntas. Macet juga terjadi di Cikopo, Jomin. Lohbener, Losari, dan Kanci.

"Di daerah ini, kemacetan juga diprediksi terjadi pada pada H-3 dan H-2 menjelang Lebaran Idul Fitri 1431 H," imbuhnya.

Untuk memudahkan arus lalu lintas dan mengurangi kemacetan, akan dilakukan pengaturan lalu lintas mulai 3 September 2010 (H-7) pukul 00.00 WIB sampai 18 Sept 2010 (H+7) pukul 24.00 WIB.

Pengaturan lalu lintas dilakukan bila terjadi kemacetan lalu lintas pada jalur utama di Pulau Jawa (Jalur Pantura dan Jalur Selatan), dengan pengalihan lalu lintas secara dinamis dan situasional terhadap kendaraan angkutan penumpang tidak umum dan angkutan barang ke jalur utama lainnya atau  jalur alternatif.

Pengalihan  melalui ruas jalan meliputi  Cileunyi-Sumedang-Kadipaten-Palimanan, Tegal-Slawi-Prupuk-Bumiayu-Ajibarang-Wangon, Semarang-Ungaran-Bawen-Secang-Magelang-Purworejo, Sadang-Subang-Cijelag-Kadipaten-Majalengka-Cikijing-Kuningan-Ciledug-Ketanggungan-Slawi.

"Khusus untuk pengalihan lalu lintas ke jalur alternatif, saya meminta kepada Kemhub untuk memberikan rambu-rambu di jalur-jlaur alternatif karena di ruas jalan ini biasa minim rambu sehingga membingungkan pemudik," tutup politisi PKS ini.

(ndr/nrl)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini