antikorupsi tersebut dinilai berhasil oleh sebuah lembaga riset dari Norwegia.
"Hasil riset dari Norwegia, Indonesia selalu berhasil. Sementara di negara lain tidak. Mereka menaruh harapan besar ke kita," kata Wakil Ketua KPK Haryono Umar saat dihubungi lewat telepon, Senin (30/8/2010).
Menurut Haryono, delegasi Indonesia yang dipimpinnya akan menyampaikan program pemberantasan korupsi di Indonesia bertepatan dengan peresmian universitas antikorupsi sedunia atau International Anti-Corruption Academy (IACA) di Wina, Austria.
Turut serta dalam delegasi tersebut adalah perwakilan dari Kementerian Luar Negeri dan Polri. Dalam acara tersebut, dunia internasional ingin melihat bagaimana penanganan korupsi di Indonesia.
Selain itu, KPK juga bisa bertukar informasi dengan negara lain dalam kesempatan yang sama.
"Nanti universitas itu akan jadi sarana pertukaran informasi di Indonesia. Ada beberapa negara juga yang akan menandatangani tanggapannya," jelasnya.
Pertemuan akan digelar selama dua hari sejak 31 Agustus 2010. Haryono
rencananya akan didampingi oleh juru bicara KPK, Johan Budi SP.
(mad/lrn)











































